Kualitas Pelayanan: Pengertian, Kerangka Teori dan Indikator Kualitas Pelayanan (Kajian Pustaka/ Footnote)
Kualitas Pelayanan: Pengertian, Kerangka Teori dan
Indikator Kualitas Pelayanan
(Kajian
Pustaka/ Footnote)
A.
Pengertian Kualitas Pelayanan
Menurut Albrecht dan Zemke yang dikutip
oleh Rahman Mulyawan
dalam bukunya yang berjudul Birokrasi
dan Pelayanan Publik, bahwa kualitas
pelayanan merupakan hasil interaksi dari berbagai aspek, yaitu sistem
pelayanan, sumber daya manusia pemberian pelayanan, strategi, dan pelanggan.1
Menurut Lewis dan Booms yang dikutip
oleh Wiwik Sulistiyowati dalam
bukunya yang berjudul Kualitas Layanan:
Teori dan Aplikasinya, bahwa kualitas
pelayanan merupakan
sebagai ukuran seberapa
bagus tingkat layanan
yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan.2 Sedangkan kualitas
pelayanan menurut Parasuraman didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para
pelanggan atas layanan yang mereka peroleh atau terima.3
Menurut Wycof dalam Tjiptono yang
dikutip oleh Ismail Nurudin dalam bukunya
yang berjudul Kualitas Pelayanan
Publik (Perilaku Aparatur
dan Komunikasi Birokrasi
dalam Pelayanan Publik),
bahwa kualitas
pelayanan/jasa merupakan
tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan
tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.4 Hal ini berarti jika jasa atau layanan
yang diterima sesuai dengan yang diharapkan maka kualitas layanan
atau jasa dipersepsikan baik serta memuaskan. Jika jasa atau
layanan yang diterima melampaui harapan pelanggan
maka kualitas jasa atau layanan dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal, sebaliknya jika jasa atau layanan yang diterima lebih
sedikit dari apa yang diharapkan, maka kualitas
layanan atau jasa akan dipersepsikan buruk.5
Sistem pelayanan publik yang baik akan
menghasilkan kualitas pelayanan yang
baik pula, dimana suatu sistem yang baik memiliki dan menerapkan prosedur pelayanan yang jelas dan pasti serta
mekanisme kontrol dalam dirinya
sehingga segala bentuk penyimpanan yang terjadi secara mudah dapat diketahui.6
Maka dari itu baik atau tidaknya kualitas pelayanan itu tergantung pada kemampuan penyedia
layanan dalam memenuhi harapan
pelanggan secara konsisten dan berakhir pada persepsi pelanggan.
Berdasarkan beberapa pengertian
kualitas pelayanan di atas, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa kualitas
pelayanan merupakan proses impelementasi
atau penerapan pelayanan pada suatu jasa dengan tujuan untuk memenuhi harapan
dan kebutuhan pelanggan
sehingga tercapai kepuasan.
B.
Indikator Kualitas
Pelayanan
Kualitas pelayanan
menurut Parasuraman, Zeithaml,
dan Berry dalam Tjiptono yang dikutip oleh Wiwik Sulistiyowati dalam bukunya yang berjudul
Kualitas Layanan: Teori dan Aplikasinya,
bahwa lima dimensi utama yang dijadikan sebagai
pedoman oleh pelanggan
untuk menilai kualitas jasa, dimana disusun sesuai
urutan tingkat kepentingan, masing- masing dimensi memiliki indikator sebagai berikut.7
1.
Bukti Fisik
Bukti Fisik terdiri dari beberapa indikator
diantaranya yang berkenanan dengan daya tarik
penampilan petugas dalam melayani
pelanggan, kemampuan fasilitas, perlengakapan, keadaan lingkungan sekitarnya dan materinya-materi yang berkaitan dengan jasa yang berdaya
tarik visual. Bukti fisik meliputi fasilitas fisik seperti gedung, tempat penyimpanan, perlengkapan dan
peralatan yang dipergunakan dalam akses pelayanan atau teknologi, kenyamanan tempat dalam pelaksanakan pelayanan, kedisiplinan karyawan
dalam melakukan pelayanan serta alat bantu dalam pelayanan.8
2.
Keandalan
Keandalan berkaitan dengan kemampuan
lembaga untuk memberikan layanan yang akurat sejak
pertama kali tanpa membuat kesalahan
apapun dan menyampaikan jasanya
sesuai dengan waktu yang disepakati.
Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pemberian pelayanan yang sama, untuk
semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik.
Indikator dari kehandalan yaitu meliputi ketelitian petugas dalam melayani
pelanggan, standar pelayanan
yang jelas, serta kemampuan petugas
dalam memberikan pelayanan yang memuaskan bagi
pelanggan.9
3.
Daya Tanggap
Daya tanggap ini berkenaan dengan
kesediaan dan kemampuan para karyawan
untuk membantu para pelanggan dan merespon
permintaan serta
keluhan pelanggan, menginformasikan pelanggan tentang kepastian waktu penyampaian jasa dan kemudian
memberikan jasa secara cepat, dengan penyampaian informasi
yang jelas, tidak
membiarkan pelanggan menunggu
tanpa adanya suatu alasan yang jelas, dimana hal tersebut dapat menyebabkan
persepsi yang negatif dalam pelayanan,
kesediaan untuk membantu pelanggan dan kesiapan untuk merespon permintaa pelanggan. Hal tersebut merupakan
beberapa indikator dari daya tanggap.10
4.
Jaminan
Jaminan merupakan perilaku para
petugas yang mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap lembaga, dan
lembaga bisa menciptakan rasa aman bagi para pelanggannnya, petugas selalu
bersikap sopan santun dan memberikan komunikasi yang baik, menguasai
pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani setiap
pertanyaan atau masalah pelanggan. Petugas memiliki sifat dapat dipercaya serta
jaminan tepat waktu dalam memberikan pelayanan, petugas memberikan jaminan
kepastian biaya yang dikeluarkan dalam pelayanan dan membuat pelanggan merasa
aman sewaktu melakukan transaksi. Hal tersebut merupakan beberapa indikator
dari jaminan.11
5.
Empati
Empati memiliki arti bahwa lembaga memahami
masalah para pelanggannnya, serta dapat memberikan perhatian personal kepada pelangggan dan memiliki jam operasi yang nyaman. Indikator
dimensi empati diantaranta bersunggung-sunggung dalam mendahulukan
kepentingan pelanggan, memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan,
petugas yang memahami kebutuhan pelanggan, petugas memberikan waktu beroperasi
yang nyaman, memberikan kemudahan dalam melakukan hubungan, petugas melayani
dengan tidak membedda-bedakan atau diskriminatif.12
1.
Rahman Mulyawan, Birokrasi dan Pelayanan Publik, (Bandung: UNPAD PRESS,
2016), hlm. 49.
2.
Wiwik Sulistiyowati, Kualitas Layanan:
Teori dan Aplikasinya, (Sidoarjo: UMSIDA PRESS,
2018), hlm. 24.
3.
Ibid., hlm. 25.
4.
Ismail Nurudin, Kualitas Pelayanan
Publik (Perilaku Aparatur dan Komunikasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik), (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019), hlm. 16.
5.
Ibid., hlm 17.
6.
Rahman Mulyawan, Birokrasi dan Pelayanan Publik, (Bandung: UNPAD PRESS,
2016), hlm. 47.
7.
Wiwik Sulistiyowati, Kualitas Layanan:
Teori dan Aplikasinya, (Sidoarjo: UMSIDA PRESS,
2018), hlm. 27.
8.
Ibid., hlm. 16.
9.
Ibid.,
10.
31 Ibid., hlm. 17.
11.
Ibid.,
12.
Ibid., hlm. 29.
Komentar
Posting Komentar