MANAJEMEN OPERASIONAL: PENGERTIAN, FUNGSI, RUANG LINGKUP, STRATEGI DAN KAJIAN TEORI (KAJIAN PUSTAKA)

 

PENGERTIAN DAN KAJIAN TEORI MANAJEMEN OPERASIONAL

(KAJIAN PUSTAKA)

A.    Pengertian Manajemen Operasional

Jay Heizer dan Barry Render dalam bukunya, manajemen operasi merupakan serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Dengan demikian kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa berlangsung di semua organisasi, di dalam sebuah perusahaan manufaktur, aktivitas produksi yang menghasilkan barang dapat terlihat secara jelas. Sedangkan perusahaan yang menyediakan aktivitas produksi yang menghasilkan jasa tidak dapat terlihat secara jelas namun dapat dirasakan secara langsung oleh pelanggan.1 Jasa sebagai segala sesuatu yang meliputi perbaikan dan perawatan, pemerintahan, restoran dan penginapan, transportasi, asuransi, perdagangan, keuangan, real estate, pendidikan, hukum, kesehatan, hiburan serta profesi lainnya.2

Assauri berpendapat bahwa manajemen operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya manusia serta bahan secara efektif dan efisien guna menciptakandanmenambah kegunaan barang atau jasa.3

Manajemen operasi menurut Richard L. Daft adalah bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan teknik-teknik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi.4

Manajemen operasi sebagai suatu disiplin ilmu dan profesi yang mempelajari secara praktis tentang proses perencanaan (process of planning), mendesain produk (product designing), system produksi (production system) untuk mencapai tujuan organisasi.5 Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen produksi dan operasi merupakan serangkaian proses dalam menciptakan barang dan jasa atau kegiatan yang memiliki nilai tambah, manfaat lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

B.     Ruang Lingkup Manajemen Operasi

            Ruang lingkup manajemen operasi meliputi seluruh bagian  organisasi. SDM yang bekerja pada bidang manajemen operasi terlibat dalam desain produk dan jasa, seleksi proses, seleksi dan manajemen teknologi, desain system kerja, perencanaan lokasi, perencanaan fasilitas, perencanaan lokal, dan perbaikan mutu organisasi produk maupun jasa.6

C.    Fungsi Manajemen Operasi

Bidang fungsional bertanggung jawab atas segala sesuatu di bidangnya. Fungsi manajemen operasional memiliki peranan lebih besar karena setiap fungsi manajemen yang ada seperti pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan memerlukan fungsi manajemen operasi agar dapat melaksanakan aktivitasnya secara efektif dan efisien.7 Terdapat beberapa fungsi manajemen operasional, antara lain:8

1.      Menjamin mutu dengan cara menentukan standar mutu, penelitian terhadap produk yang dihasilkan, memberikan umpan balik sebagai bahan pertimbangan pengembangan dan perbaikan sehingga akan tercipta pengendalian mutu terpadu dan berkesinambungan.

2.      Menentukan teknologi tepat guna, penjadwalan, penggunaan peralatan, pengaturan tata ruang, penentuan tahapan dan jenis arus kerja.

3.      Menentukan besar kapasitas yang mengacu pada proyeksi pemasaran.

4.      Mengelola persediaan atau inventory, menentukan jenis material yang akan dipesan, jumlah serta pemakaian pada waktu yang tepat.

5.      Mengelola sumber daya manusia.

6.      Mengelola terciptanya manajemen mutu yang berkelanjutan

D.    Keputusan strategi manajemen operasional

Menurut Jay Heizer dan Barry Render, diferensiasi biaya rendah dan respons yang cepat dapat dicapai saat manajer membuat keputusan efektif dan sepuluh wilayah manajemen operasional. Keputusan ini dikenal sebagai keputusan operasi (operation decision). Berikut sepuluh keputusan yang mendukung misi dan menerapkan strategi.9

1.      Perancangan barang dan jasa. Perancangan barang dan jasa menetapkan sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. Keputusan biaya, kualitas, dan sumber daya manusia bergantung pada keputusan perancangan.

2.      Kualitas. Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan, peraturan dan prosedur dibakukan untuk mengidentifikasi serta mencapai standar kualitas  tersebut.

3.      Perancangan proses dan kapasitas. Pilihan-pilihan proses tersedia untuk barang dan jasa. Keputusan proses yang diambil membuat manajemen mengambil komitmen dalam hal teknologi, kualitas, penggunaan sumber daya manusia, dan pemeliharaan yang spesifik.

4.      Pemilihan lokasi. Keputusan lokasi organisasi manufkatur dan jasa menentukan kesuksesan perusahaan.

5.      Perancangan tata letak. Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat karyawan, keputusan teknologi, dan kebutuhan persediaan memengaruhi tata letak.

6.      Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan. Manusia merupakan bagian yang integral dan mahal dari keseluruhan rancang system.

7.      Manajemen rantai pasokan. Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang harus dibeli.

8.      Persediaan. Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan pelanggan, pemasok, perencanaan produksi, dan sumber daya manusia dipertimbangkan.

9.      Penjadwalan. Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus dikembangkan.

10.  Pemeliharaan. Keputusan harus dibuat pada tingkat kehandalan dan stabilitas yang diinginkan.

 


 

1.       Jay Heizer dan Barry Render, Manajemen Operasi, hlm.4.

2.       Ibid., hlm. 12.

3.       Rusdiana, Manajemen operasi, hlm. 18-19.

4.       Ibid., hlm. 18.

5.       Suryadi Prawirosentono, Manjemen Operasi Analisis dan Studi Kasus, ed.4 (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 1.

6.       William J. Stevenson dan Sum Chee Chuong, Manajemen Operasi: Perspektif Asia, ed. 9, terj. Diana Angelica dkk (Jakarta: Salemba Empat, 2015), hlm. 10.

7.       Nurmadhani Fitri Suyuthi, dkk, Teori, Tujuan dan Fungsi Dasar-Dasar Manajemen, (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020), hlm. 127.

8.       Irmayati Hasan, Manajemen Operasional Perspektif Intergratif (Malang: Maliki Press, 2011), hlm. 12.

9.       Heizer dan Render, Manajemen Operasi, hlm. 56-57

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS SWOT; PENGERTIAN, FAKTOR, TUJUAN, MATRIKS DAN TAHAPAN ANALISIS WOT (KAJIAN TEORI DAN DAFTAR PUSTAKA)

JUDUL SKRIPSI; MANAJEMEN KARIR DENGAN PENDEKATAN MATRIK TRANSISI (KAJIAN TEORI DAN DAFTAR PUSTAKA)

Kualitas Pelayanan: Pengertian, Kerangka Teori dan Indikator Kualitas Pelayanan (Kajian Pustaka/ Footnote)