PENGERTIAN MANAJEMEN DAN KAJIAN TEORI GEORGE R TERRY DAN DAFTAR PUSTAKA
PENGERTIAN MANAJEMEN DAN KAJIAN TEORI
GEORGE R TERRY DAN FOOTNOTENYA
a.
Pengertian Manajemen
Kata manajemen
berasal dari bahasa Perancis kuno management
yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.”1 mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran
secara efektif dan efisien. Efektif
berarti bahwa tujuan
dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara
efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai jadwal.2
Selanjutnya
definisi Haimann menyebutkan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu
melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai
tujuan bersama.3
Terry
(dalam Candra Wijaya & Muhammad Rifa’I, 2016: 14) menjelaskan “management
is performance of conceiving and achieving desired results by means of group
efforts consisting of utilizing human talent and resources”. Proses mengarahkan
dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti material,
uang, metode dan pasar untuk mencapai tujuan organisasi.4
Berdasarkan
dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen
merupakan sebuah seni untuk menggerakkan, mengarahkan dan memanfaatkan sumber
daya baik sumber daya manusia atau pun yang lainnya dengan proses perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan demi tercapainya tujuan bersama.
b.
Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi
manajemen sendiri mengandung arti bahwa dari berbagai elemen dasar yang ada dan
sedang di dalam proses manajemen itu sendiri yang menjadi sebuah patokan bagi
manajer untuk melaksanakan tugasnya. Sampai saat ini, masih belum ada konsensus
di antara baik praktisi maupun teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi
manajemen.5 George R. Terry membagi
empat fungsi dasar manajemen, yaitu:6
1)
Perencanaan
(Planning)
Fungsi
manajemen planning atau perencanaan merupakan fungsi utama dari sebuah
manajemen dalam sebuah organisasi. Tanpa perencanaan, fungsi lain dalam
manajemen tidak dapat berjalan dengan baik dalam hal ini manajemen berfungsi
untuk menyusun strategi awal dalam mencapai tujuan yang ditentukan.7
Planning
mencakup kegiatan memilih visi misi, tujuan dan cara untuk mencapai tujuan.
Dengan kata lain, bahwa berbagai aktivitas yang mendasarkan pada perencanaan
yang matang atas seluruh input dan proses yang ada, merupakan titik awal untuk
menghasilkan output yang optimal. Sebaliknya output yang dihasilkan tidak akan
optimal bahkan tidak akan menghasilkan suatu yang diharapkan apabila aktivitas
yang dilakukan tidak dibarengi dengan perencanaan sebagai salah satu fungsi
manajemen.
Perencanaan
adalah proses yang tidak berhenti ketika sudah ditetapkan, namun harus
diimplementasikan dan dilaksanakan secara terus menerus dalam sebuah manajemen
demi terwujudnya tujuan organisasi. Dalam menjalani perencanaan tentu akan
memerlukan modifikasi agar perencanaan tersebut dapat tetap berguna, maka
perencanaan kembali (replanning) kadang-kadang menjadi kunci pencapaian sukses
akhir. Oleh karena itu perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan
fleksibilitas, agar mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi baru
secepat mungkin.8 Ada empat tahap
dasar dalam membuat perencanaan, yaitu:9
a) Menetapkan
tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan menetapkan keputusan-keputusan
tentang keinginan dan kebutuhan dari organisasi.
b) Merumuskan
kondisi saat ini. Pemahaman mengenai posisi dan kondisi organisasi sekarang
dari tujuan yang akan dicapai merupakan hal yang sangat penting, hal ini
dikarenakan tujuan menyangkut waktu yang akan datang. Dengan adanya analisa
ini, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih
lanjut.
c) Mengidentifikasi
segala kemudahan dan hambatan. Segala bentuk kekuatan dan kelemahan serta
kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasi terlebih dahulu sebagai alat ukur
kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan.
d) Mengembangkan
rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan. Dalam tahap proses
perencanaan adalah pengembangan dari rencana itu sendiri. Seperti yang
disampaikan sebelumnya rencana harus bisa fleksibel dengan keadaan, sehingga
perlu adanya alternatif kegiatan demi tercapainya tujuan.
2)
Pengorganisasian
(Organizing)
Pengorganisasian
(organizing) adalah fungsi manajemen yang kedua yang dijalankan berdasarkan
perencanaan yang sudah disusun sebelumnya. Setelah menyusun rencana, manajer
bertugas mengatur berbagai sumber daya sesuai tujuan.10 Kegiatan pengorganisasian menjadi proses pembagian kerja dimana
fungsi operasional, manusia, dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki
terkoordinasi untuk mencapai sasaran/tujuan yang telah ditentukan.
Menurut
Winadi (dalam Candra Wijaya & Muhammad Rifa’I, 2016: 40) pengorganisasian
ialah suatu proses dimana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen
yang dapat ditangani dan aktivitas-aktivitas mengkoordinasikan hasil yang
dicapai untuk mencapai tujuan tertentu.11
Arifin dan Hadi
W.
(dalam Abd Rohman, 2017: 24) menambahkan bahwa dalam organizing, tahap-tahap
yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:12
a) Penentuan dan penelitian kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
b) Pengklasifikasian kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan
agar berjalan secara sistematis.
c) Pembagian tugas kepada elemen-elemen di dalamnya sesuai
dengan yang telah ditentukan dan keahliannya.
3)
Pelaksanaan (actuating)
Fungsi actuating atau penggerakan menjadi proses terpenting di dalam manajemen, hal tersebut dikarenakan actuating merupakan
aplikasi dan implementasi dari rencana yang
telah ditentukan dalam sebuah organisasi. Tanpa adanya penggerakan rencana-rencana yang dibuat hanya akan menjadi khayalan
semata tanpa menemukan hasil akhir yang diharapkan yaitu
tujuan organisasi.
Actuating
merupakan langkah-langkah pelaksanaan rencana dalam kondisi nyata yang melibatkan kondisi nyata yang
melibatkan segenap sumber daya manusia yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan sebelumnya.13
Penggerakan dapat dilakukan dengan adanya kekuatan yang dapat mengupayakan
proses tersebut yang disebut kepemimpinan (leadership).
Kepemimpinan (leadership) merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain
agar mau bekerja, sehingga pekerjaan akan berjalan dengan efektif dan efisien.
Selain kepemimpinan, faktor yang bisa membantu efektifitas dari sebuah
pelaksanaan adalah motivasi dan komunikasi. Adanya motivasi yang diberikan oleh
pemimpin terhadap anak buah dan juga komunikasi yang intens antara pemimpin
dengan anggota, ataupun anggota dengan anggota akan memudahkan proses
actuating.
4)
Pengawasan
(Controlling)
Pengawasan
(controlling) merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen suatu
organisasi. Dimana pengawasan memiliki arti suatu proses mengawasi dan
mengevaluasi suatu kegiatan.14
Menurut G.R. Terry (dalam Diah Rahayu, 2017: 27) mendefinisikan pengawasan
sebagai proses penentuan, apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang
dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan
perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras
dengan standar.15
Tujuan
utama dari pengawasan ialah untuk mengetahui dan memahami kenyataan yang
sebenarnya tentang pelaksanaan kegiatan atau pekerjaan, apakah pekerjaan yang
dilaksanakan telah efektif dan efisien. T. Hani Handoko mengemukakan bahwa
proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu:16
a)
Penetapan
standar pelaksanaan
b)
Penentuan
pengukuran pelaksanaan kegiatan
c)
Pengukuran
pelaksanaan kegiatan nyata
d) Perbandingan
pelaksanaan kegiatan dengan standard dan penganalisaan
penyimpangan-penyimpangan
e)
Pengambilan
tindakan koreksi, bila diperlukan.
1.
Setyabudi
Indartono, Pengantar
Manajemen: Character Inside (Yogyakarta: Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Yogyakarta, 2012), hlm. 1.
2.
Setyabudi
Indartono, Pengantar
Manajemen: Character Inside (Yogyakarta: Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Yogyakarta, 2012), hlm. 1.
3.
M. Anang Firmansyah dan Budi W. Mahardika,
Pengantar Manajemen (Yogyakarta: CV BUDI UTAMA, 2018), hlm. 3.
4.
Candra Wijaya dan Muhammad Rifa’I,
Dasar-Dasar Manajemen Mengoptimalkan Pengelolaan Organisasi Secara Efektif dan
Efisien (Medan: PERDANA PUBLIHING, 2016), hlm. 14.
5.
Manullang, Dasar-dasar Manajemen, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012), hlm. 7.
6. Terry
Alih Bahasa oleh Winardi, Asas-asas
Manajemen, (Bandung: Alumni, 1986), hlm.
163.
7. Mulyadi dan Widi Winarso,
Pengantar Manajemen (Banyumas: CV. Pena Persada,
2020), hlm. 3.
8. Amin Syukron, Pengantar
Manajemen Industri (Yogyakarta: Graha ilmu, 2014), hlm. 7.
9. Amin Syukron, Pengantar
Manajemen Industri (Yogyakarta: Graha ilmu, 2014), hlm. 7.
10. Herry Krisnadi, dkk., Pengantar
Manajemen (Jakarta: LPU-UNAS, 2019), hlm. 126.
11. Candra Wijaya, dan Muhammad Rifa’I,
Dasar-Dasar Manajemen, hlm. 40.
12. Abd. Rohman, Dasar-Dasar Manajemen
(Malang: Intelegensia Media,
2017) hlm. 24.
13. Abd. Rohman, Dasar-Dasar Manajemen
(Malang: Intelegensia Media,
2017) hlm. 29.
14. Amin Syukron, Pengantar Manajemen
Industri, hlm. 26.
15. Diah Rahayu, Manajemen Pelayanan
Publik, hlm 27.
16. Ali Sadikin, dkk., Pengantar Manajemen dan Bisnis (Yogyakarta: K-Media, 2018), hlm. 72.
Komentar
Posting Komentar