HUBUNGAN ANTARA ISLAMIC BRANDING DAN PERCEIVED QUALITY DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
HUBUNGAN
ANTARA ISLAMIC BRANDING DAN PERCEIVED QUALITY DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN
Islamic
branding merupakan konsep merek yang bersifat ramah
dan patuh pada nilai-nilai keislaman. Islamic branding
tidak lepas kaitanya
dengan konsep halal pada suatu
produk yang selalu mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam segala aktivitas produksinya baik dalam bahan yang
digunakan, pengolahan, maupun kegiatan produksi
lainya. Pada dasarnya
para pelaku bisnis yang menerapkan Islamic branding
pada produknya memiliki
target pasar yaitu para
konsumen muslim. Semakin banyak konsumen muslim yang memiliki kesadaran mengenai
kepatuhan terhadap syariat-syariat Islam khususnya dengan selalu mengonsumsi segala sesuatu yang halal. Dengan diterapkannya Islamic branding
akan memudahkan konsumen
untuk mengetahui identitas
suatu produk tertentu
yang pada akhirnya
mempengaruhi konsumen muslim untuk membeli produk tersebut.
Namun mengingat
semakin ketatnya persaingan yang ada, maka harus diiringi dengan diciptakannya
perceived quality yang baik dibenak setiap konsumen agar dapat unggul dan
bertahan di pasaran. Perceived quality merupakan persepsi konsumen terhadap
keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Para pelaku bisnis harus
dapat memenuhi harapan konsumen dengan menciptakan kualitas yang unggul pada
produknya.
Perceived
quality yang baik akan mendorong konsumen untuk lebih memilih suatu merek atau
produk tertentu dibandingkan dengan merek pesaing. Dalam
hal ini maka dengan diterapkannya Islamic
branding serta perceived quality yang baik pada suatu produk
dapat menjadi faktor yang potensial bagi konsumen
mempengaruhi keputusan pembeliannya terhadap suatu produk tertentu. Berdasarkan uraian diatas maka
kerangka pemikiran yang sesuai adalah sebagai berikut:
Komentar
Posting Komentar