KAJIAN TEORI KEPUTUSAN PEMBELIAN; PENGERTIAN, FAKTOR-FAKTOR, TAHAPAN DAN INDIKATOR KEPUTUSAN PEMBELIAN
KEPUTUSAN
PEMBELIAN
A. Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen pada dasarnya berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan minat masing-masing konsumen. Pada umumnya keinginan dan minat konsumen didasarkan
pada upaya untuk menyesuaikan motif pembelian dengan atribut merek yang dipertimbangkan
dengan melibatkan motivasi, persepsi, sikap, dan integrasi. Morissan menjelaskan
bahwa keputusan pembelian merupakan tahapan selanjutnya setelah adanya niat
atau keinginan konsumen terhadap suatu produk atau merek tertentu. Morissan
menegaskan bahwa keputusan pembelian tidak sama dengan keputusan pembelian yang
sebenarnya (actual purchase).(1)
Sofjan mendefinisikan keputusan pembelian sebagai suatu proses pengambilan
keputusan yang meliputi apa yang akan dibeli atau memutuskan untuk tidak
melakukan pembelian berdasarkan aktivitas sebelumnya.(2) Dapat didefinisikan bahwa keputusan pembelian merupakan suatu
proses pemilihan tindakan yang dilakukan konsumen, baik memutuskan untuk
membeli atau memutuskan untuk tidak membeli terhadap dua atau lebih pilihan
alternatif yang ada yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Secara
umum, sering terjadi penundaan antara keputusan pembelian dan pembelian yang sebenarnya.
Dalam hal ini konsumen yang memutuskan untuk melakukan pembelian
yang sebenarnya, konsumen
merasa bahwa suatu produk tertentu telah memiliki kesesuaian dengan kebutuhan dan keinginannya. Ketika
konsumen memutuskan untuk benar- benar membeli
merek atau produk tertentu, keputusan tambahan diperlukan dalam
hal kapan harus membeli, di mana membeli, dan berapa banyak uang yang harus
dikeluarkan.(3)
Adapun dalam keputusan pembelian terdapat lima macam peranan yaitu sebagai
berikut:(4)
1. Pemrakarsa
yaitu orang yang pertama kali menyarankan untuk membeli merek atau produk
tertentu.
2. Pemberi
pengaruh yaitu orang yang memberikan pandangan atau persepsi mereka terhadap
merek atau produk tertentu yang akan mempengaruhi keputusan pembelian.
3. Pengambilan
keputusan yaitu seseorang yang benar-benar menentukan sebagian atau seluruh
keputusan pembelian, apakah memutuskan membeli, apa yang dibeli, kapan membeli,
bagaimana membeli, dan dimana membeli.
4. Pembeli
yaitu orang yang melakukan pembelian secara aktual.
5. Pemakai
yaitu orang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk yang telah mereka beli.
B.
Faktor-Faktor Keputusan Pembelian
Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi timbulnya keputusan pembelian pada para konsumen. Faktor tersebut
adalah sebagai berikut:(5)
1. Sikap orang lain
Sikap
orang lain dapat mempengaruhi alternatif pilihan konsumen. Hal ini tergantung
pada dua hal, yaitu intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif
yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang
lain. Dalam hal ini, semakin kuat sikap negatif orang lain dan semakin dekat
orang tersebut dengan konsumen, maka semakin besar potensi konsumen untuk
mengubah niat keputusan pembeliannya. Di sisi lain, pilihan konsumen terhadap
suatu alternatif atau merek tertentu akan meningkat jika orang-orang yang dekat
dengan mereka memiliki sikap positif terhadap alternatif atau merek tersebut.
Sehingga membuat konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk
yang direkomendasikan oleh orang-orang terdekatnya. Namun, faktor sikap orang
lain menjadi rumit ketika beberapa orang yang dekat dengan konsumen memiliki
sikap yang beragam dan berlawanan terhadap suatu alternatif atau merek yang menjadi
konsumen alternatif.
2. Situasi yang tidak terantisipasi
Konsumen
membentuk suatu maksud pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan,
harga yang diharapkan, dan kualitas serta manfaat produk yang diinginkan.
Ketika konsumen ingin menentukan keputusan pembeliannya, faktor situasional
yang terjadi dapat muncul dan mengubah nilai pembelian konsumen.
3. Resiko yang dirasakan
Resiko
yang yang dirasakan konsumen bervariasi tergantung pada jumlah uang yang
dikeluarkan, besarnya ketidakpastian atribut, dan kepercayaan konsumen.
Konsumen yang baik akan berusaha mengurangi risiko dengan mengumpulkan
informasi yang lebih rinci tentang alternatif yang dipilih. Dalam hal ini
keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda atau menghindari keputusan pembelian
sangat dipengaruhi oleh risiko yang dirasakan masing-masing konsumen.
C.
Tahapan Keputusan Pembelian
Keputusan
pembelian dilakukan konsumen setelah konsumen memiliki minat dan keinginan pada
suatu alternatif merek atau produk tertentu. Proses pengambilan keputusan
pembelian yang dilakukan konsumen terhadap suatu merek atau produk tertentu
melewati lima tahapan sebagai berikut:(6)
1. Pengenalan masalah
Pengenalan masalah adalah proses yang
dimulai ketika pembeli menyadari
suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan ini disebabkan oleh rangsangan internal
dan eksternal. Stimulasi
atau rancangan internal
adalah kebutuhan atau masalah yang muncul secara normal dari dirinya sendiri. Sedangkan rangsangan
dari luar adalah kebutuhan atau masalah yang timbul dari promosi atau iklan suatu produk dan lingkungan
sekitarnya. Pelaku bisnis perlu mengidentifikasi jenis atau masalah
apa yang muncul
di benak konsumen,
apa saja factor penyebabnya, dan bagaimana masalah
tersebut dapat mengarah pada produk tertentu. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui apa yang menarik konsumen terhadap produk dan jasa tertentu,
sehingga para pelaku bisnis dapat memperbarui dan mengembangkan strategi
pemasaran.
2. Pencarian
informasi
Pencarian informasi adalah suatu kondisi
dimana seorang konsumen terdorong untuk mencari lebih banyak informasi tentang
produk tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumen akan aktif mencari
informasi melalui beberapa sumber yang tersedia. Sumber informasi yang dimiliki
konsumen diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu sumber pribadi
(keluarga, teman, tetangga, kolega), sumber komersial (iklan, tenaga penjual,
website, kemasan, tampilan), sumber publik (media massa, organisasi pemeringkat
konsumen, pencarian internet), serta sumber pengalaman (penanganan,
pemeriksaan, pengguna produk).
3. Evaluasi
alternative
Evaluasi alternatif adalah suatu kondisi
di mana konsumen memproses informasi untuk mengevaluasi merek alternatif yang
ada. Dalam proses ini, konsumen akan melakukan perbandingan antara berbagai pilihan
merek yang ada untuk sampai
pada pilihan merek
yang sesuai dengan
kebutuhannya.(7)
Evaluasi alternatif merupakan cerminan dari keyakinan
dan sikap yang mempengaruhi perilaku
konsumen. Dalam hal ini, kepercayaan merupakan gambaran pemikiran
yang dimiliki konsumen terhadap suatu produk atau merek tertentu.
Kepercayaan konsumen terhadap suatu merek atau produk tertentu akan
mempengaruhi keputusan pembelian yang mereka buat. Sedangkan sikap adalah
evaluasi, perasaan atau emosi, serta kecenderungan tindakan yang disukai atau
tidak disukai yang dirasakan oleh konsumen. Pada umumnya konsumen akan lebih
menyukai hal-hal yang dapat memberikan manfaat dan manfaat dalam memenuhi
kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
4. Keputusan
pembelian
Konsumen membentuk referensi antar merek
dalam rangkaian alternatif pilihan yang tersedia. Pada tahap ini, konsumen juga
dapat membentuk keputusan untuk membeli suatu merek yang dirasa sesuai dengan
minat dan keinginannya. Dalam proses keputusan pembelian terdapat dua faktor
yang melatarbelakangi keputusan pembelian yaitu sikap orang lain dan faktor situasional.
5. Perilaku pasca pembelian
Perilaku
pasca pembelian adalah perilaku setelah konsumen membeli dan mengonsumsi produk
yang dibelinya. Dalam hal ini, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan
terhadap suatu produk. Perilaku pasca pembelian didasarkan pada hubungan antara
harapan konsumen dan kinerja produk tertentu.(8) Jika suatu produk
tidak dapat memenuhi harapan konsumen, maka konsumen akan merasa tidak puas
dengan produk tersebut. Sebaliknya jika suatu produk memenuhi harapan konsumen
maka konsumen akan merasa puas terhadap produk tersebut. Kepuasan konsumen
penting untuk menjaga dan membangun konsumen untuk memilih produknya dan
menumbuhkan sikap loyalitas konsumen terhadap produk tersebut.
D.
Indikator Keputusan Pembelian
Adapun indikator keputusan pembelian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:(9)
1. Pemilihan produk
Konsumen
harus dapat menentukan produk apa yang akan dibeli. Konsumen dapat mengambil
keputusan untuk memilih suatu produk berdasarkan pertimbangan tertentu antara
lain tingkat kualitas atau keunggulan yang diharapkan konsumen dari produk
tersebut dan manfaat yang diperoleh konsumen dari produk tersebut untuk
memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini konsumen cenderung lebih menyukai suatu
produk yang memiliki nilai dan manfaat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
yang diharapkan.
2. Pemilihan merek
Konsumen
harus dapat memutuskan merek apa yang akan dipilih di antara alternatif pilihan
yang tersedia. Pemilihan merek yang dilakukan konsumen dipengaruhi oleh
ketertarikan mereka terhadap citra merek yang telah melekat di benak setiap
konsumen. Selain itu, kebiasaan konsumen membeli merek tertentu pada produk
yang dibelinya serta kesesuaian harga suatu merek dengan kualitas dan manfaat
yang dirasakan konsumen dapat menjadi hal yang mendasari konsumen memutuskan
merek yang akan dipilih. Dalam hal ini para pelaku bisnis harus mampu
menjadikan mereknya unggul dan berbeda dengan merek pesaing di pasar.
3. Pemilihan saluran pembelian
Konsumen
harus dapat mengambil keputusan tentang dimana merek atau produk yang menjadi
alternatif pilihan akan dibeli. Dalam hal ini, keberadaan produk strategis yang
mudah dijangkau di pasar, persediaan produk yang lengkap, dan pelayanan yang
memuaskan dapat menimbulkan kenyamanan konsumen sehingga menjadi faktor
konsumen untuk menentukan lokasi atau saluran pembelian yang akan dipilih.
4. Penentuan waktu pembelian
Konsumen
harus dapat mengambil keputusan tentang kapan harus melakukan pembelian. Setiap
konsumen dapat menentukan waktu pembelian yang berbeda-beda. Dalam hal ini
faktor yang mempengaruhi adalah kesesuaian dengan kebutuhan konsumen, dimana
kondisi dianggap sesuai ketika konsumen merasa sangat membutuhkan suatu produk
sehingga perlu melakukan pembelian. Selain itu manfaat yang dirasakan oleh
setiap konsumen, dimana ketika konsumen dapat membeli produk tersebut dalam
waktu tertentu, konsumen merasakan manfaat dari produk yang dibelinya. Sehingga
dapat menentukan waktu pembelian yang dilakukan oleh konsumen.
5. Penentuan jumlah produk
Konsumen
harus dapat mengambil keputusan tentang berapa banyak produk yang akan dibeli.
Dalam hal ini konsumen menentukan jumlah produk yang akan dibeli sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan masing-masing konsumen yang berbeda. Ada juga konsumen
yang melakukan beberapa tindakan persiapan yang mungkin diperlukan di masa yang
akan datang dengan membeli sejumlah persediaan produk. Dalam hal ini, para
pelaku bisnis perlu memastikan ketersediaan produk yang memadai di pasar.
6. Penentuan cara pembayaran
Konsumen harus dapat mengambil keputusan mengenai cara atau cara pembayaran suatu produk yang akan dibeli, apakah konsumen lebih menyukai cara pembayaran tunai, kredit, debet, cek, pembayaran non tunai seperti melalui mobile banking, internet banking, ATM atau menggunakan cara lain pada saat transaksi pembelian. Dalam hal ini, pelaku bisnis perlu mengetahui kecenderungan konsumen dalam memilih metode pembayaran untuk merek atau produknya.
KAJIAN
PUSTAKA/DAFTAR ISI
1. Morissan M.A., Periklanan
Komunikasi Pemasaran Terpadu, hlm. 111.
2. Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran (Jakarta: PT Raja Grafindo,
2015), hlm. 141.
3. Morissan M.A., Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, hlm.
113.
4. Bilson Simamora, Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran
Efektif & Profitabel (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2003), hlm. 113.
5. Morissan
M.A., Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, hlm. 111.
6. Ibid.,
hlm. 179.
7. Erlinda
Tehuayo, “Analisis Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Pada Perilaku
Pembelian Produk Yamaha Mio”, Jurnal Manajemen, vol 6:2 (Agustus, 2018), hlm.
29.
8. Ibid., hlm. 182.
9. Kotler
dan Keller, Manajemen Pemasaran, hlm. 52.
Komentar
Posting Komentar