Perceived Quality; Pengertian, Nilai-Nilai Perceived Quality, Indikator Perceived Quality (Kajian Teori, Kajian Pustaka, Skripsi Kuantitatif)
PERCEIVED QUALITY
A. Pengertian Perceived Quality
Perceived quality berasal dari dua kata yaitu perceived
atau persepsi dan quality atau kualitas. Kamus besar bahasa
Indonesia mendefinisikan persepsi
adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu hal atau proses seseorang mengetahui beberapa hal
melalui panca inderanya.(1) Sedangkan kualitas merupakan tingkat baik
buruknya sesuatu.(2) Kualitas yang baik memberikan nilai tambah bagi konsumen untuk memiliki keputusan pembelian terhadap suatu produk
tertentu dan memungkinkan produk tersebut
lebih unggul dari pesaing. Dalam hal ini, persepsi kualitas
didefinisikan sebagai persepsi konsumen
terhadap keunggulan suatu produk secara keseluruhan.(3) Dalam perceived
quality, dapat dilihat
bagaimana suatu produk
menunjukkan kemampuannya untuk
diterima dan memberikan kepuasan kepada konsumen dibandingkan dengan
alternatif lain yang tersedia. Menurut
Aaker, persepsi kualitas
adalah persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas
atau keunggulan suatu produk atau jasa dengan tujuan yang sama.(4)
Perceived
quality menunjukkan tingkat antara persepsi kinerja produk tertentu dengan
harapan konsumen. Jika harapan dan persepsi konsumen memiliki tingkat dan arah
yang tinggi, maka persepsi kualitas yang positif akan terbentuk pada suatu
produk. Dalam hal ini, persepsi kualitas yang tinggi
akan mendorong konsumen
untuk lebih memilih
merek atau produk tertentu dibandingkan dengan merek pesaing. Ada berbagai
keuntungan yang akan diperoleh para pelaku bisnis atau perusahaan jika mampu menciptakan persepsi kualitas yang kuat di benak konsumen. Manfaat
tersebut antara lain agar reputasi
perusahaan dipandang lebih positif di mata masyarakat pada umumnya dan pelanggan pada khususnya. Selain itu, memungkinkan
terciptanya rekomendasi dari mulut ke
mulut agar lebih banyak konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut. Dengan persepsi kualitas yang
positif juga dapat mendorong setiap
anggota organisasi untuk bekerja mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Dan yang terpenting dapat
mendorong terciptanya loyalitas konsumen yang akan sangat menguntungkan bagi suatu perusahaan.(5)
B. Nilai-Nilai Perceived
Quality
Perceived quality
terbentuk dari berbagai faktor,
baik faktor internal maupun
eksternal. Faktor internal adalah faktor yang diperoleh dari dalam diri seorang
konsumen itu sendiri, seperti kondisi ekonomi, pekerjaan, usia, dan pendidikan.
Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar konsumen, seperti informasi yang
diperoleh tentang suatu produk dari lingkungan sekitar baik dari komunikasi langsung,
media massa, iklan,
dan lain-lain. Perceived quality
merupakan penilaian subjektif
dari setiap konsumen terhadap suatu produk secara keseluruhan.(6)
1. Alasan untuk membeli
Perceived quality menjadi nilai tambah atau faktor bagi konsumen untuk memutuskan membeli suatu produk
dibandingkan dengan produk pesaing.
Dalam hal ini, persepsi kualitas
mempengaruhi merek mana yang harus dipertimbangkan dan
nantinya akan mempengaruhi merek mana yang akan dipilih.
2. Diferensiasi
Suatu produk yang
memiliki kualitas yang baik akan menjadi pembeda dari produk pesaing. Perceived
quality yang baik akan menentukan posisi produk di pasar. Jika persepsi
kualitas yang tercipta di benak konsumen adalah positif, maka produk atau merek
tersebut akan menempati posisi yang baik dan bertahan lama di pasar
3. Harga optimum
Produk yang
memiliki perceived quality yang tinggi akan menjadi salah satu
faktor bagi para pelaku bisnis untuk menetapkan harga produk yang optimal.
Harga optimal dapat meningkatkan keuntungan dan menyediakan sumber daya untuk
diinvestasikan kembali dalam produk.
4.
Perluasan saluran distribusi
Perceived
quality merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh distributor. Distributor lebih mudah menerima
produk atau merek yang memiliki persepsi kualitas positif
dari konsumennya untuk lebih memperluas distribusi produk tersebut.
5.
Perluasan merek
Sebuah merek yang memiliki
persepsi kualitas yang kuat berpotensi menyebabkan perluasan merek, yaitu
dengan menambahkan kategori produk baru sehingga menjadi lebih
beragam.
C. Indikator Perceived Quality
Adapun
indicator perceived quality yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:(7)
1.
Performance
Performance
merupakan ciri utama dari sebuah produk. Kinerja melibatkan kemampuan operasional
yang dapat diberikan oleh produk tertentu. Kinerja didefinisikan sebagai persepsi konsumen
tentang manfaat dasar
yang dirasakan dari produk yang mereka konsumsi.
2.
Features
Sangat
penting untuk menciptakan fitur agar dapat membedakan suatu produk menjadi
lebih unggul dan lebih mudah dikenal di pasar. Fitur pada suatu produk dapat
mencakup atribut produk atau fitur tertentu yang diterapkan untuk mendukung
fungsi dasar suatu produk.
3.
Conformance with specifications
Conformance
with specifications merupakan persepsi konsumen terhadap suatu produk yang
sesuai dan tidak ada kekurangan apapun dengan spesifikasi yang telah dijanjikan
oleh perusahaan. Dalam hal ini produk yang baik mampu memenuhi standar
spesifikasi yang diharapkan oleh konsumen. Sehingga para pelaku bisnis harus
mampu merepresentasikan produknya dengan baik dalam spesifikasi yang dijanjikan
pada produknya.
4.
Reliability
Reliability
mencerminkan konsistensi kinerja yang dihasilkan dari produk tertentu. Dalam
memilih suatu produk, kinerja dan kualitas menjadi pertimbangan konsumen karena
menunjukkan kehandalan produk tersebut. Keandalan di sini berarti produk dapat
berfungsi dengan baik dalam penyajian produk saat itu dan dari satu pembelian
ke pembelian berikutnya.
5.
Durability
Durability
mencerminkan umur ekonomis suatu produk tertentu. Dalam hal ini, daya tahan
berkaitan dengan berapa lama suatu produk dapat terus digunakan dan disimpan
sebelum produk tersebut diganti atau rusak. Semakin
lama umur ekonomis
suatu produk, maka konsumen dapat menggunakan produk tersebut dalam waktu yang lama.
6.
Serviceability
Serviceability
mencerminkan mencerminkan kemampuan pelayanan yang dapat diberikan kepada
konsumen. Serviceability meliputi memberikan kenyamanan, keramahan, kesopanan,
kecepatan dan penanganan komplain yang dapat memuaskan konsumen. Dalam hal ini,
serviceability adalah persepsi konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh
suatu badan usaha atau agen penjual kepada konsumen dalam membeli suatu produk
tertentu.
7.
Fit and Finish
Dalam
hal ini Fit and Finish berkaitan dengan hasil akhir yang dirasakan konsumen
terhadap kualitas suatu produk tertentu secara keseluruhan yang melibatkan enam
indikator yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika sebuah perusahaan tidak dapat
menciptakan hasil akhir yang baik maka produknya tidak memiliki atribut
kualitas lain yang lebih penting.
1.
Kamus Besar Bahasa Indonesia: Persepsi, http://kbbi.web.id/persepsi, diakses
pada tanggal 28 Januari 2020.
2.
Kamus Besar Bahasa Indonesia: Kualitas, https://kbbi.web.id/kualitas, diakses
pada tanggal 28 Januari 2020.
3.
Cynthiawati Suci Suryani, dkk., “Pengaruh Perceived Quality
Terhadap Kepuasan Pengunjung di Museum Mandala Wangsit
Siliwangi”, Tourism and Hospitally Essentials Journal, vol. 8:2 (Desember, 2018), hlm. 80.
4.
David A. Aaker, Managing Brand Equity: Capitalizing on The Value of a Brand Name (New York: The Free Press,
1991), hlm. 95.
5.
Agustina Shinta, Manajemen
Pemasaran (Malang: UB Press, 2011), hlm. 25.
6.
David A. Aaker, Managing Brand
Equity, hlm. 93.
7.
David A. Aaker, Managing
Brand Equity, hlm 97.
Komentar
Posting Komentar